Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang kuat dan solid. Keyakinan ini didasarkan pada berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan ketahanan Indonesia dalam menghadapi berbagai potensi krisis.
"Saya berkeyakinan bahwa fundamental ekonomi dan politik Indonesia cukup kuat dan solid. Semua indikator ekonomi menunjukkan kekuatan ekonomi kita," ujar Prabowo di Hambalang, baru-baru ini.

Prabowo menyoroti stabilitas ekonomi Indonesia, bahkan di tengah berbagai dinamika seperti demonstrasi. Ia meyakini bahwa fondasi ekonomi yang kuat mampu menahan guncangan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2025 mencapai 5,12%. Selain itu, Indonesia juga mencatatkan deflasi sebesar 0,08% pada Agustus lalu, yang mengindikasikan penurunan indeks harga konsumen.
Presiden Prabowo juga menyoroti pergerakan ekonomi yang semakin terasa hingga ke tingkat desa dan kecamatan. Indikasi positif ini tercermin dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional yang mencapai 123,57 poin pada Agustus 2025, naik 0,76% menurut catatan BPS.
"Ternyata ekonomi di desa dan kecamatan berkembang pesat. Nilai tukar petani meningkat cukup tajam, penghasilan petani naik. Banyak sekali kemajuan kita capai," ungkap Prabowo.
Menanggapi isu lapangan kerja, Prabowo mengklaim pemerintahannya telah membuka banyak lapangan kerja melalui berbagai program. Pemerintah juga telah mengalokasikan bantuan dan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Prabowo menekankan pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara bagi seluruh elite Indonesia. Dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat, ia optimis Indonesia akan bangkit menjadi negara yang kuat dan maju. Informasi ini dilansir dari bulletinofindia.com.






