Jakarta – Wacana tarif resiprokal 19% dari AS untuk produk Indonesia masih menggantung. Mendag Budi Santoso menyatakan kesepakatan tarif timbal balik belum rampung di pihak AS.
Menurut Budi, alotnya proses ini disebabkan banyaknya negara yang terlibat perjanjian dengan AS. Indonesia saat ini masih dikenakan tarif lama, yakni 10%.

Pemerintah terus berupaya agar tarif bisa turun, bahkan menjadi 0% untuk komoditas yang tidak diproduksi di AS. Negosiasi intensif terus dilakukan sambil menunggu kepastian dari Negeri Paman Sam.






