Malaysia Berupaya Bebaskan Tarif Impor ke AS

Kunanto

Malaysia Berupaya Bebaskan Tarif Impor ke AS
#image_title

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia tengah gencar melobi Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan pengecualian tarif impor pada sejumlah produk unggulan, termasuk furnitur, otomotif, dan kedirgantaraan. Langkah ini diambil menyusul kebijakan baru AS yang menaikkan tarif sektoral secara signifikan.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan kenaikan tarif impor untuk produk furnitur, seperti lemari dapur dan meja rias kamar mandi, hingga 50%. Sementara itu, produk berlapis kain juga terkena imbas dengan kenaikan tarif sebesar 30%, yang akan berlaku efektif mulai 1 Oktober mendatang.

Malaysia Berupaya Bebaskan Tarif Impor ke AS
Gambar Istimewa akcdndetiknetid

Kementerian Perdagangan Malaysia, seperti dikutip dari Reuters, secara resmi telah mengajukan permohonan kepada AS untuk mempertimbangkan penerapan tarif 0% terhadap ekspor furnitur, otomotif, dan produk kedirgantaraan. Permohonan ini didasari oleh potensi dampak negatif dari tarif baru terhadap industri Malaysia.

Sebelumnya, AS telah mengisyaratkan akan memberikan pengecualian tarif kepada Malaysia untuk komoditas yang tidak diproduksi di dalam negeri, seperti kakao dan minyak sawit. Kementerian Perdagangan Malaysia menargetkan negosiasi intensif ini dapat diselesaikan pada bulan depan.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melalui unggahan di Facebook pada Kamis (25/9), menegaskan bahwa kedua negara berambisi untuk mencapai kesepakatan sebelum kunjungan Presiden Trump ke Kuala Lumpur pada bulan Oktober. Kunjungan tersebut dijadwalkan bertepatan dengan pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Sebagai informasi, Malaysia dan AS saat ini tengah berupaya merampungkan kesepakatan tarif setelah Gedung Putih menetapkan tarif impor sebesar 19% pada bulan Agustus lalu. Negosiasi yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Artikel ini bersumber dari bulletinofindia.com.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar