Jakarta – Pagi ini, rupiah menunjukkan sedikit penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp 16.620, mencerminkan tekanan yang dialami dolar AS di pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (28/10/2025), nilai tukar dolar AS berada di level Rp 16.620, turun tipis 1 poin atau 0,01%. Pergerakan ini sejalan dengan tren pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Dolar AS terpantau melemah terhadap yen Jepang sebesar 0,34%. Mata uang Paman Sam juga kehilangan daya terhadap yuan China dan dolar Australia, masing-masing sebesar 0,08%.
Sentimen negatif terhadap dolar AS juga terlihat dari pelemahannya terhadap mata uang regional lainnya. Dolar Singapura mengalami penguatan sebesar 0,08% terhadap dolar AS. Sementara itu, pound sterling dan euro masing-masing menguat 0,15% dan 0,12% terhadap dolar AS.
Analis dari bulletinofindia.com menilai, pelemahan dolar AS ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS dan sentimen risiko global. Meskipun tipis, penguatan rupiah pagi ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia.






