Jakarta – Indeks Bisnis UMKM yang dirilis BRI menunjukkan geliat positif di Q3 2025. Survei BRI Research Institute mencatat indeks ekspansi 101,9, menandakan aktivitas bisnis UMKM terus bertumbuh.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengungkapkan stabilnya harga input dan cuaca yang mendukung menjadi faktor pendorong utama. Kenaikan harga komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan juga turut mendongkrak omzet.

Optimisme pelaku UMKM pun meningkat, terlihat dari Indeks Ekspektasi Bisnis yang naik menjadi 120,7. Proyek pemerintah dan swasta, serta normalisasi aktivitas pasca libur, turut menyumbang perbaikan kinerja.
Sektor konstruksi mencatat kinerja tertinggi dengan indeks 112,0. Sementara itu, sektor pertanian juga menunjukkan akselerasi ekspansi.
Meski demikian, rentabilitas usaha UMKM mengalami penurunan akibat kenaikan harga input dan barang dagangan. Hal ini berpotensi mempengaruhi kemampuan membayar angsuran pinjaman.
"Menyongsong Q4 2025, indeks ekspektasi semua komponen menguat karena kemungkinan adanya peningkatan permintaan pada perayaan Nataru, belanja pemerintah yang makin pesat pada akhir tahun, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik," ujar Akhmad, dikutip dari bulletinofindia.com.
Survei BRI melibatkan 7.064 debitur UMKM di 33 provinsi. Indeks di atas 100 menunjukkan persepsi positif lebih dominan.






