Tujuh desainer Indonesia unjuk gigi di Istanbul Fashion Connection (IFCO) 2025, Turki. Bank Indonesia (BI) mendukung talenta lokal ini melalui Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST).
Ajang yang berlangsung 20-22 Agustus ini menampilkan Althafunnisa by Karina, Anfiha, Dama Kara, Deden Siswanto, EIWA, Reborn29, dan Silla Dawilah. Mereka bagian dari program IKRA BI, bertujuan menembus pasar global.

Ketua Dewan IKRA, Ali Charisma, menjelaskan IFCO awalnya eksklusif untuk perusahaan Turki. Indonesia menjadi negara pertama yang diizinkan bergabung sejak 2024.
Kehadiran desainer Indonesia menarik perhatian buyer internasional dari Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika. Produk handmade berbasis UMKM menjadi daya tarik utama.
Strategi kurasi IKRA menargetkan berbagai segmen pasar. Turki cenderung menyukai gaya modern, sementara Timur Tengah lebih memilih muslim wear dan busana malam.
Nurdini Prihastiti, founder Dama Kara, terkejut dengan antusiasme pasar global. Dama Kara dikenal dengan pendekatan fesyen tradisional dan sosial, melibatkan komunitas lokal.
Anfiha, brand milik Andi Fitri Hartuti, mengusung konsep keberlanjutan dengan nilai ekologis dan budaya. Anfiha konsisten menggunakan material ramah lingkungan dan sentuhan etnik.
Partisipasi di IFCO bukan hanya memamerkan busana, tetapi juga warisan budaya dan pemberdayaan komunitas, seperti yang dilansir bulletinofindia.com.






