Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyerukan penguatan industri maritim Indonesia sebagai pilar utama ekonomi. Ia menyoroti pentingnya industri galangan kapal dan kualitas SDM untuk mendukung rantai logistik nasional.
"Industri maritim harus menjadi perhatian utama. Tanpa kapal yang beroperasi optimal, distribusi logistik dan konektivitas antar pulau akan terhambat," tegas Bambang, Sabtu (29/11/2025).

Bambang menekankan industri galangan kapal adalah sektor padat modal, teknologi, dan SDM. Investasi pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan beban biaya. Penerapan SMK3 yang konsisten akan menekan risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kepercayaan publik.
"SDM adalah kunci utama dalam operasional galangan kapal. Kualitas SDM akan menentukan keberhasilan investasi," ujarnya.
Ia juga menyoroti kurangnya perhatian struktural terhadap industri maritim. Perlunya pembentukan Direktorat Industri Maritim yang independen agar kebijakan sektor ini lebih terarah.
Bambang juga mendesak revisi UU Keselamatan Kerja Tahun 1970 yang dianggap usang. Revisi ini harus mencakup penerapan SMK3 yang komprehensif, tidak hanya untuk galangan kapal tetapi juga perusahaan pelayaran.
"UU Keselamatan Kerja sudah tidak relevan. Saya akan mendorong evaluasi oleh Badan Legislasi DPR," pungkasnya, seperti dilansir bulletinofindia.com.






