Tangerang, bulletinofindia.com – Di tengah anggapan sebagai gulma pengganggu, eceng gondok ternyata menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan. Warga Pakuhaji, Tangerang, membuktikan bahwa tanaman air ini dapat diubah menjadi beragam kerajinan tangan bernilai jual.
Inisiatif kreatif ini tidak hanya memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat, tetapi juga membantu mengatasi permasalahan lingkungan akibat pertumbuhan eceng gondok yang pesat.

"Eceng gondok basah dihargai Rp 500 per kilogram, sementara yang sudah kering mencapai Rp 6.000 per kilogram," ungkap salah seorang pengrajin eceng gondok di Pakuhaji. Harga yang cukup menggiurkan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk memanfaatkan sumber daya alam yang selama ini terabaikan.
Berbagai produk kerajinan dihasilkan dari eceng gondok, mulai dari tas, dompet, topi, hingga hiasan rumah tangga. Keunikan tekstur dan serat alami eceng gondok memberikan sentuhan estetika tersendiri pada setiap produk yang dihasilkan.
Keberhasilan warga Pakuhaji dalam mengolah eceng gondok menjadi kerajinan tangan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi lokal dan menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.






