Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus memacu pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Ditargetkan, proyek strategis ini akan rampung pada Agustus 2026.
Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya, mengungkapkan bahwa proyek LRT ini menjadi salah satu fokus utama dari 65 proyek yang tengah dikelola perseroan hingga September 2025. Perseroan terus berupaya meningkatkan kinerja keuangan. Tercatat, total Nilai Kontrak Baru (NKB) sekitar Rp5,6 triliun per Oktober 2025. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang fokus meningkatkan swasembada pangan serta ketahanan energi dan air.

Waskita Karya terlibat dalam pembangunan LRT Jakarta melalui KSO Waskita-Nindya LRS sebagai kontraktor utama. KSO ini ditunjuk oleh PT Jakarta Propertindo selaku pemilik proyek melalui proses tender.
Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 4,3 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) ke PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dari APBD DKI Jakarta.
Hingga 10 Oktober 2025, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 74,37%. Ari Asmoko, Direktur Operasi I Waskita Karya, menjelaskan bahwa saat ini fokus pekerjaan adalah pada struktur atas dan jalur rel kereta.
"Untuk pekerjaan di Stasiun Rawamangun sudah pada tahap finishing. Lalu di Stasiun Pramuka BPKP dan Matraman tengah melaksanakan pekerjaan arsitektur, sedangkan di Pasar Pramuka sedang pemasangan PCI (Precast Prestressed Concrete I) girder, dan di Stasiun Manggarai dilakukan pengerjaan struktur atas," jelas Ari, seperti dikutip dari bulletinofindia.com.
Dengan progres yang terus berjalan, Waskita Karya optimis LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai dapat beroperasi sesuai target, yaitu pada Agustus 2026, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta.






