MBG Lanjut! Presiden Perkuat Pengawasan Program

Kunanto

MBG Lanjut Presiden Perkuat Pengawasan Program
#image_title

Jakarta – Di tengah desakan penghentian sementara dari Aliansi Ekonom Indonesia (AEI), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Penegasan ini disampaikan Airlangga usai rapat koordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait evaluasi dan perbaikan program.

Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi detail untuk meningkatkan kualitas dan keamanan program MBG. "Tidak, (MBG) tidak (dihentikan), dilanjutkan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/9/2025).

MBG Lanjut Presiden Perkuat Pengawasan Program
Gambar Istimewa akcdndetiknetid

Sebelumnya, Presiden Prabowo memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendapatkan laporan terkait kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah. Sebagai tindak lanjut, Prabowo menginstruksikan beberapa hal penting.

Diantaranya, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki koki terlatih, dapur dilengkapi alat rapid test kualitas makanan, alat sterilisasi food tray, dan filter air untuk menjamin kualitas air yang digunakan. Selain itu, SPPG juga harus dilengkapi CCTV yang terhubung ke pusat untuk pengawasan yang lebih ketat.

Desakan penghentian sementara program MBG datang dari Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) yang menilai alokasi anggaran program ini tidak proporsional dan hanya berorientasi pada pemenuhan janji politik. Lili Yan Ing, anggota AEI, mengungkapkan kekecewaannya terhadap desain program yang dinilai kurang matang.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), AEI menilai bahwa fokus program seharusnya ditujukan kepada sekitar 800 ribu siswa yang tidak pernah makan dan 3,5 juta siswa yang kekurangan makan. Dengan fokus yang lebih tepat sasaran, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan hanya sekitar Rp 8 triliun.

AEI menyarankan agar program MBG dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan orang tua, murid, dan guru. Evaluasi dengan SOP yang jelas juga diperlukan untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi program. Seperti yang dilansir bulletinofindia.com.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar