Penerimaan Pajak Negara Alami Penurunan, Ini Sebabnya!

Kunanto

Penerimaan Pajak Negara Alami Penurunan Ini Sebabnya
#image_title

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa penerimaan pajak bersih (neto) Indonesia hingga September 2025 mencapai Rp 1.295,28 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh peningkatan restitusi pajak. "Angka neto tahun ini masih di bawah tahun lalu. Salah satu sebabnya adalah peningkatan restitusi pajak," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Penerimaan Pajak Negara Alami Penurunan Ini Sebabnya
Gambar Istimewa akcdndetiknetid

Restitusi pajak merupakan pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada Wajib Pajak. Pemerintah berharap, pengembalian ini dapat membantu perputaran uang di masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, penerimaan pajak pada bulan September menunjukkan peningkatan sekitar 1% dibandingkan bulan Agustus 2025 yang tercatat Rp 145,4 triliun.

Secara rinci, beberapa komponen pajak mengalami perubahan. PPh Badan tercatat Rp 215,10 triliun, turun 9,4%. Sementara itu, PPh Orang Pribadi naik signifikan sebesar 39,8% menjadi Rp 16,82 triliun. PPN dan PPnBM tercatat Rp 474,44 triliun, turun 13,2%. Di sisi lain, PBB mengalami kenaikan 17,6% menjadi Rp 19,50 triliun.

Penerimaan pajak bruto (sebelum restitusi) justru mengalami peningkatan. Realisasi bruto tercatat Rp 1.619,20 triliun, naik dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 1.588,21 triliun. "Ini yang akan kita pantau terus dan moga-moga makin menuju ke belakang, realisasinya makin baik dan realisasi brutonya juga akan meningkat," kata Suahasil seperti dikutip bulletinofindia.com.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan penerimaan pajak dan berharap realisasi ke depan akan semakin baik.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar