Jakarta – Jadwal penerbangan di sejumlah bandara utama Eropa mengalami kekacauan akibat serangan siber yang melumpuhkan sistem check-in dan boarding pada Sabtu lalu. Penundaan dan pembatalan penerbangan massal menyebabkan ribuan calon penumpang terlantar di bandara.
Bandara-bandara yang terdampak meliputi Heathrow (Inggris), Brussel (Belgia), Berlin (Jerman), serta Dublin dan Cork (Irlandia). Para penumpang yang kebingungan terpaksa menunggu berjam-jam tanpa kepastian mengenai jadwal penerbangan mereka.

Kim Reisen, seorang penumpang di Bandara Berlin, mengungkapkan bahwa ia telah berada di bandara sejak pukul 10.45 waktu setempat, namun hingga malam hari belum ada kejelasan mengenai penerbangannya. "Kami hanya diberitahu ada kesalahan teknis. Di internet, kami membaca bahwa itu mungkin serangan siber," ujarnya.
Siegfried Schwarz, penumpang lain di Bandara Berlin, menyayangkan lemahnya sistem keamanan bandara. "Tidak masuk akal bahwa dengan teknologi saat ini, tidak ada cara untuk melindungi diri dari hal seperti ini," katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Heathrow London. Lucy Spencer, seorang penumpang Malaysia Airlines, mengaku telah melakukan check-in selama dua jam namun belum bisa terbang. Ia menuturkan bahwa petugas bandara saling melempar tanggung jawab, dan antrean panjang tak terhindarkan di Terminal 4.
Monazza Aslam, penumpang lain di Heathrow, mengatakan ia dan keluarganya telah duduk di landasan selama lebih dari satu jam tanpa informasi yang jelas. Akibat kekacauan ini, ia ketinggalan penerbangan transitnya di Doha. "Saya sudah berada di Heathrow bersama orang tua saya sejak pukul 05.00. Kami sudah lapar dan lelah," keluhnya.
Serangan siber ini menargetkan perangkat lunak MUSE buatan Collins Aerospace, yang digunakan oleh banyak maskapai di seluruh dunia untuk layanan check-in dan boarding. RTX, perusahaan induk Collins Aerospace, mengonfirmasi adanya serangan tersebut dan menyatakan bahwa dampaknya terbatas pada proses check-in elektronik dan drop bagasi. Mereka berupaya memulihkan sistem secepat mungkin. Informasi ini dilansir bulletinofindia.com.
RTX belum memberikan keterangan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan siber ini.






